
Empat belas tahun lalu, saya meninggalkan London setelah menyelesaikan studi MBA. Saya membawa banyak pelajaran, pengalaman, dan mimpi untuk diwujudkan.
Namun, ada satu hal yang tidak berubah hingga hari ini, yaitu keyakinan bahwa proses belajar tidak pernah benar-benar selesai.
Itulah alasan mengapa, setelah 14 tahun, saya kembali ke London. Bukan untuk mengejar gelar baru, melainkan untuk memperdalam kompetensi sebagai seorang etiquette educator melalui Professional Training Programme: Train The Trainer di The British School of Etiquette.
Program ini memperkaya pemahaman saya mengenai etiket sekaligus memperdalam bagaimana sebuah pembelajaran dapat disampaikan secara lebih sistematis, aplikatif, dan berstandar internasional.
Bagi saya, menguasai sebuah bidang saja tidak cukup. Yang sama pentingnya adalah bagaimana ilmu tersebut dapat ditransformasikan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi orang lain.
Sebagai seorang trainer, saya percaya bahwa kredibilitas bukan hanya dibangun dari pengalaman mengajar, tetapi juga dari kesediaan untuk terus menjadi seorang learner.
Di balik setiap kelas, workshop, dan materi yang saya bagikan, ada komitmen untuk terus memperbarui pengetahuan, memperluas perspektif, dan memastikan setiap pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Sering kali, kita menganggap belajar sebagai fase yang memiliki garis akhir. Padahal, justru ketika seseorang mulai mengajar, tanggung jawab untuk terus belajar menjadi semakin besar. Sebab setiap ilmu yang kita bagikan membawa kepercayaan dari orang-orang yang ingin bertumbuh bersama kita.
Pengalaman ini kembali mengingatkan saya bahwa investasi terbaik selalu dimulai dari diri sendiri. Bukan semata untuk menambah pencapaian, tetapi untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi orang lain.
Belajar adalah perjalanan seumur hidup. Sebab, versi terbaik dari diri kita tidak lahir dari apa yang sudah kita capai, tetapi dari kemauan untuk terus berkembang.
Follow @imclarissa02 untuk insight tentang etiket dan pengembangan diri lainnya!
Baca Juga: Berbagi Edukasi Etiket di Artikel Jawa Pos