Saat belajar etiket di Inggris, British School of Excellence, ada beberapa hal yang semakin menyadarkan bahwa etiquette sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar mengetahui cara menggunakan cutlery, duduk dengan postur yang baik, atau berpakaian sesuai aturan.
Semakin dipelajari, semakin terlihat bahwa inti dari etiquette adalah kesadaran—sadar terhadap diri sendiri, situasi, dan orang-orang di sekitar.
Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele ternyata dapat menunjukkan bagaimana seseorang menghargai orang lain.
Classy People, berikut 4 hal yang menurut saya penting untuk kamu pahami.
1. Etiket Dimulai dari Kesadaran
Etiket bukan hanya tentang menghafal banyak aturan. Yang lebih penting adalah memperhatikan.
Perhatikan bagaimana kamu duduk, meletakkan tangan, berbicara, berjalan, menggunakan bahasa tubuh, bahkan bagaimana kamu merespons orang lain.
Banyak aturan etiket di Inggris sebenarnya dibuat untuk menciptakan kenyamanan bersama. Jadi, sebelum melakukan sesuatu, biasakan bertanya:
“Apakah tindakan saya membuat orang lain merasa nyaman?”
Elegance sering kali terlihat dari hal-hal kecil yang kita sadari.

2. Dress Code Bukan Tentang Ingin Terlihat Paling Hebat
Saat memilih pakaian, jangan hanya bertanya, “Apakah saya terlihat bagus?”
Tanyakan juga, “Apakah pakaian ini sesuai dengan acaranya?”
Perhatikan tempat, jenis acara, budaya, siapa yang hadir, dan aturan berpakaian yang diberikan.
Berpakaian sesuai kesempatan bukan berarti kamu kehilangan gaya pribadi. Justru, ini menunjukkan bahwa kamu memiliki selera sekaligus menghargai orang lain.
Elegan bukan berarti selalu menjadi yang paling mencolok. Terkadang, elegan adalah tahu kapan harus tampil menonjol dan kapan cukup sederhana.

3. Menjadi Tuan Rumah Berarti Membuat Orang Lain Nyaman
Saat menjadi host atau tuan rumah, tugasmu bukan menjadi orang yang paling banyak bicara atau paling menarik perhatian.
Tugasmu adalah memastikan orang-orang yang datang merasa diterima, nyaman, dan dilibatkan.
Bahkan pengaturan tempat duduk bisa dipikirkan dengan baik. Misalnya, menempatkan seseorang yang mudah membuka percakapan di dekat tamu yang cenderung pendiam.
Inilah salah satu bentuk etiquette yang sering tidak terlihat, tetapi sangat terasa.
Good manners bukan hanya tentang bagaimana kamu bersikap, tetapi bagaimana orang lain merasa ketika berada di dekatmu.
4. Elegance Tidak Bisa Dipalsukan
Kamu bisa mengenakan pakaian mahal, datang ke restoran mewah, dan memahami berbagai aturan table manners.
Tetapi semuanya menjadi tidak berarti ketika kamu memperlakukan waiter, staff, atau orang lain dengan tidak sopan.
Karena kelas seseorang tidak hanya terlihat dari bagaimana ia memperlakukan orang yang penting baginya, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan mereka yang tidak bisa memberikan apa pun kepadanya.
Jadi, Classy People, daripada hanya bertanya:
“Apakah saya terlihat elegan?”
Coba tanyakan:
“Bagaimana orang lain merasa ketika berada di dekat saya?”
Karena pada akhirnya, etiquette bukan tentang terlihat sempurna. It is about being thoughtful.
Ready to Refine Yourself?
Jika kamu ingin memperdalam etiquette, body language, communication, confidence, dan personal image, kamu bisa mengikuti Private 1-on-1 Session bersama Clarissa untuk pembelajaran yang lebih personal.
Atau bergabung dalam Masterclass Ladies of Elegance by Classy Journey untuk belajar menjadi perempuan yang confident, graceful, dan sophisticated dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Baca juga: https://imclarissa.com/etiket-berkomentar-di-media-sosial/



